30 Oktober 2009

Ah Kau.........( menawar ).

Saat kilat memamerkan keperkasaannya,
hujanpun sigap menyusul dengan genitnya.
Tapi kau masih menolak mengenakan jaket yang ku tawarkan

Ah kau .........
rupanya kau masih marah saat kutinggalkan kala menawar cabe.

Sudah ku bilang tak perlu kau tawar,
bayar saja.
Apa kau tak lihat tukang cabe itu manyun kala kau sebut harga itu.

Tapi kau malah berkata : " Ini bukan soal tawar menawar,
ini masalah keuletan dan daya juang."

Ah, kau memang keras kepala.
Tapi inilah yang ku suka darimu.

Biarlah jika besok kau sakit,
akan ku bawakan tamiflu.
Obat flu super yang menurut menteri kesehatan
dimonopoli negara maju.

Biarlah ku tak peduli.
Akan ku beli berapapun harganya, tak akan ku tawar.

Yang penting jika kau sakit besok, kau kan segera sembuh.
Dan kembali keras kepala seperti biasa.


M Dadan Suryana