06 Desember 2009

HIDUPKU + IMAJINASI : IH.....SEREM !

Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 1'35 dini hari. Terdengar lolongan anjing di kejauhan. Bintang-gemintang, bulan-gemulan bersembunyi dibalik awan-gemawan (maaf kalau bahasanya amburadul sebab saya merujuk pada buku bagaimana cara menulis cerita karya Mbah Zuki yang berlebel worst seller). Tapi semua itu tak membuat tekad saya mundur ke belakang. Saya mesti pulang sebab besok harus bekerja.

Langkah saya percepat. Tetesan air dari langit mulai mematuki tubuh saya tuk...tuk...tuk..yang kemudian ditingkahi angin dingin yang menggigit tulang. (Untungnya angin itu sudah tua, jadi tak terasa seperti digigit melainkan cuma diemut). Sendal jepit yang sudah tipis terasa memberikan beban lebih karna licin. Oh tobat, besok-besok tak mau lagi saya di warnet hingga selarut ini. Ini semua tak lain karna internet di rumah yang bermasalah. Jadi saya mesti merelakan diri untuk mengepostkan tulisan melalui tempat ini.

Suara lolongan anjing terdengar lagi, kokok....petok...kokok...petok.... tampaknya anjing liar itu baru saja memakan seekor ayam. Saya tak peduli. saya naikkan kerah jaket saya hingga ke leher. Tinggal melewati beberapa gang lagi saya kan tiba di rumah. Saya terus berjalan yang diikuiti bayangan saya yang setia. Dua ekor tikus asik berlarian, Seakan jalan aspal yang banyak lubangnya itu merupakan taman bermainnya.

Begitu tiba di mulut gang tiba-tiba saya mendengar suara perempuan bersenandung  sebuah lagu kroncong :
Di bawah sinar bulan pernama....
hati sedih jadi senang...
Si miskin yang hidup sengsara....
semalam ikut bersuka....

Saya merinding dan bertanya-tanya dari mana asalnya suara itu. Tapi begitu saya menoleh ke belakang, tampak seorang ibu pemulung sedang mengorek - orek tong sampah. Ah, lega saya.

Namun saya heran ketika saya mendongakkan kepala ke langit bulan memang sedang bulat dan terang benderang. Aneh ! Padahal tadi gemericik hujan cukup deras dan tak satupun bintang tampak. Tapi sekarang ? Ih serem.....jangan-jangan ibu tadi adalah manusia srigala atau vampir.  Saya segera mempercepat langkah. Membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Namun di dalam hati saya salut terhadap ibu pemulung itu. Di tengah malam yang dingin menggigit masih semangat mencari nafkah.


M Dadan Suryana