13 Desember 2009

DI BALIK PERISTIWA DAN SEJARAH BESAR DUNIA

1. Colombus Dan Benua Amerika.

Siapa tak kenal Colombus. Di saat bumi belum diketahui secara pasti seperti apa bentuknya - bulat ataupun datar - Colombus dengan gagah beraninya mengarungi lautan untuk mencari dunia baru. Semua pakar sejarah sepakat bahwa motivasi atau pemicu utama expedisi ini adalah untuk mencari gold (harta), glory (kekuasaan), dan gospel (menyebarkan agama).

Tapi apakah ada yang mengetahui bahwa sesungguhnya kenekatan Colombus memimpin pelayaran ini adalah dikarnakan seringnya dia cekcok dengan sang istri. Bahkan dalam beberapa bulan sebelum keberangkatannya colombus sering tak mendapat pintu alias dikunciin diluar rumah. Mungkin sang istri kesal karna Colombus sering pulang malam, tak bawa uang, mabuk-mabukkan, dan berjudi koprok (itu lho judi dadu yang dikocok dengan batok kelapa atau mangkok). Maka karna tak tahan dengan situasi ini. Apalagi nyamuk kebon yang menggigitinya kala tidur di luar rumah begitu ganas, Colombus akhirnya menerima tawaran kerajaan spanyol untuk memimpin expedisi guna mencari dunia baru. Dan ditemukanlah benua Amerika.

Bus....Bus tidak disangka, engkau pergi mencari dunia baru untuk lari dari masalah rumah tangga !

2. Hitler Dan Kekalahanya Di Perang Dunia Ke 2

Siapa yang tak kenal tokoh yang satu ini. Kegemilangannya di perang dunia ke dua hampir membawa Jerman sebagai penguasa satu - satunya di jagat ini. Tapi apa daya kekalahannya di kota Stalinrad dan Leninrad - di Rusia- membalikkan keadaan dan membuyarkan impiannya. Di Rusialah awal rentetan kekalahan pasukan Jerman di perang dunia ke 2, sampai akhirnya sang fuhrer - Hitler - bunuh diri.

Ahli sejarah beranggapan bahwa musim dingin yang extreme di Rusialah yang menyebabkan kekalahan pasukan Jerman.

Tapi jika kita melihat gambar pemimpin kedua negara ini pada waktu perang dunia ke 2. Baik Hitler dari Jerman maupun Stalin dari Rusia, keduanya sama - sama berkumis. Dan entah kebetulan atau tidak ,ternyata kumis Stalin lebih panjang dan lebar di banding kumis Hitler yang imut. Apa mungkin ini suatu tanda atau penyebab kegagalan Hitler di perang dunia ke 2. Entahlah yang pasti kumis mereka tak seindah kumis Mas Joko, kata penyanyi Nini Karlina.

Pesan moral dari kisah di atas adalah :

1. Sekisruh apapun keadaan rumah tangga anda, tolong jangan lakukan KDRT. Tapi alihkanlah energi kemarahan anda, kegeraman anda, dan kemuakkan anda untuk mencari istri baru......lho ! Maksudnya untuk mencapai pencapaian baru.

2. Peliharalah kumis agar anda menang perang atau persaingan hidup.

Semoga menginspirasi atau malah bikin keki, salam


M Dadan Suryana












06 Desember 2009

HIDUPKU + IMAJINASI : IH.....SEREM !

Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 1'35 dini hari. Terdengar lolongan anjing di kejauhan. Bintang-gemintang, bulan-gemulan bersembunyi dibalik awan-gemawan (maaf kalau bahasanya amburadul sebab saya merujuk pada buku bagaimana cara menulis cerita karya Mbah Zuki yang berlebel worst seller). Tapi semua itu tak membuat tekad saya mundur ke belakang. Saya mesti pulang sebab besok harus bekerja.

Langkah saya percepat. Tetesan air dari langit mulai mematuki tubuh saya tuk...tuk...tuk..yang kemudian ditingkahi angin dingin yang menggigit tulang. (Untungnya angin itu sudah tua, jadi tak terasa seperti digigit melainkan cuma diemut). Sendal jepit yang sudah tipis terasa memberikan beban lebih karna licin. Oh tobat, besok-besok tak mau lagi saya di warnet hingga selarut ini. Ini semua tak lain karna internet di rumah yang bermasalah. Jadi saya mesti merelakan diri untuk mengepostkan tulisan melalui tempat ini.

Suara lolongan anjing terdengar lagi, kokok....petok...kokok...petok.... tampaknya anjing liar itu baru saja memakan seekor ayam. Saya tak peduli. saya naikkan kerah jaket saya hingga ke leher. Tinggal melewati beberapa gang lagi saya kan tiba di rumah. Saya terus berjalan yang diikuiti bayangan saya yang setia. Dua ekor tikus asik berlarian, Seakan jalan aspal yang banyak lubangnya itu merupakan taman bermainnya.

Begitu tiba di mulut gang tiba-tiba saya mendengar suara perempuan bersenandung  sebuah lagu kroncong :
Di bawah sinar bulan pernama....
hati sedih jadi senang...
Si miskin yang hidup sengsara....
semalam ikut bersuka....

Saya merinding dan bertanya-tanya dari mana asalnya suara itu. Tapi begitu saya menoleh ke belakang, tampak seorang ibu pemulung sedang mengorek - orek tong sampah. Ah, lega saya.

Namun saya heran ketika saya mendongakkan kepala ke langit bulan memang sedang bulat dan terang benderang. Aneh ! Padahal tadi gemericik hujan cukup deras dan tak satupun bintang tampak. Tapi sekarang ? Ih serem.....jangan-jangan ibu tadi adalah manusia srigala atau vampir.  Saya segera mempercepat langkah. Membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Namun di dalam hati saya salut terhadap ibu pemulung itu. Di tengah malam yang dingin menggigit masih semangat mencari nafkah.


M Dadan Suryana




01 Desember 2009

BACKTYPE YANG ANEH

Belakangan ini saya sedang bingung. Pasalnya adalah, setiap kali saya mengetik alamat blog saya, maka di hasil pencarian selalu tampil backtype dot com. Kadang ada di atas atau di bawah blog saya.

Karna penasaran akhirnya saya klik alamat back type tersebut yang bertuliskan comment by m dadan suryana. Hasilnya cukup mencengangkan. Karna di situ rupa-rupanya terkumpul komentar-komentar saya - baik yang masih saya ingat maupun tidak.

Tapi keanehannya bukanlah terletak di situ. Keanehannya adalah, setiap kali saya klik kalimat komentar-komentar tersebut hasilnya tidak menuju blog saya. Melainkan cuma menuju ke satu blog. Iya, hanya menuju ke satu blog. Aneh bukan ! Nama blognya saya sebut saja xx. Padahal kan saya berkomentar ke banyak blog sahabat yang lain. Lagi pula blog xx ini cuma sempat beberapa kali saya kunjungi ketika saya pertama kali ngeblog. Saya tidak tahu apakah si pemilik  blog tersebut sendiri yang mendaftarkan komentar-komentar saya atau orang lain. Entahlah.

Beberapa lama saya tidak perhatikan. Kemudian kemarin timbul kembali rasa penasaran untuk mengklik backtype dot com. Hasilnya sekarang sudah ada beberapa komentar saya di blog yang lain.  (Yang sebenarnya juga bukan blog yang sering saya kunjungi). Saya pikir orang yang mendaftarkan komentar-komentar tersebut masih orang yang sama. Mungkin dia cuma ingin mencari alibi agar tak terlalu menonjol.

Entah apa maksud dari semua ini. Dan apabila orang tersebut mencari keuntungan dari ini semua, saya ikhlas kok. Lagi pula saya toh tidak bisa menyumbang apa-apa. Apalagi bagi-bagi duit kayak Robin Hood. Yang penting jangan berlebihan saja. Karna segala sesuatu yang berlebihan kan tidak baik. Salam

M Dadan Suryana