Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

17 Juli 2011

KAMU

Melintasi jalan ini mamaksaku mengingatmu.
Air mancur bundaran HI yang menari lincah ditingkahi sorot lampu warna-warni mencerminkan centilmu.
Kamu yang pintar merayu dan membujuk menyelamatkan kita dari  tilang polisi saat ngebut malam lalu.
Kamu paling tidak suka pakai celana pendek, "betisku gede," sungutmu.
Tapi aku tahu yang gede bukan cuma betis mu. Tapi....juga tekadmu.
Bagaimana tidak! kamu ingin mempelajari budaya Indonesia di Belanda.
Katamu :" Di sana lengkap. Bahakan video lagu kebangsaan tersimpan di sana."
Tapi kan kamu ingin mempelajari seni debus. Kenapa tak pergi ke Banten saja. Kenapa mesti ke Belanda?
Ah, dasar kamu! this is my new blog

14 Februari 2010

KEHABISAN KATA

Aku kehabisan kata,
sungguhku kehabisan kata bila bersamamu.
Jadi, jangan paksa aku bicara.
Cukup pandangi saja bayangan wajahku
yang dipantulkan cahaya bulan di danau jernih itu
ia kan berkata: "Aku cinta padamu".


M Dadan Suryana

Catatan : Puisi ini pernah diposting di fb. Dan saya juga mo ngacapin Met Imlek buat yang merayakan. Gong Xi Fat Coi

05 Januari 2010

AKU

Aku hanyalah sekumpulan hinaan 
yang terpojokkan di sudut bangunan rapuh.

Aku hanyalah binatang sosial
yang ditinggal zaman,
kemudian ditabrak arus teknologi
hingga terpelanting dan nyaris mati.

Aku hanyalah mahluk terasing
diantara ribuan bingar bising.

Aku adalah mahluk kesepian
yang cuma berteman imajinasi
menari dan bernyanyi seorang diri.


M Dadan Suryana




20 Desember 2009

INDONESIA

Apakah Indonesia masih ada ?
Kala hukum bisa ditukar seplastik bawang merah
atau sebungkus rokok kaung.

Apakah Indonesia masih ada ?
Saat pemuda - pemudinya :
Pagi ngisap shabu, agar giat bekerja katanya.
Malam ngisap ganja, agar lelap tidur katannya.

Apakah Indonesia masih ada ?
Tapi kau tetap memaksaku percaya,
bahwa Indonesia masih ada.
Dari Sabang sampai Marauke,
dari Miangas hingga pulau Rote.

Tapi sampai kapan Indonesia tetap ada ?
Saat cukong, tanpa atau dengan HPH bodong,
asik membrangus hutan.
Tak memperdulikan monyet dan gajah yang lari terkencing - kencing.

Tapi sampai kapan Indonesia tetap ada ?
Saat laut diperkosa dengan libido tinggi,
menggunakan bom - bom yang menyayat hati.

Jadi sampai kapan Indonesia tetap ada ?
Atau bahkan besok,
saat matahari terbit,
Indonesia tercinta ini cuma tinggal kenang - kenangan.

Dan mungkin nanti,
jika aku kangen akan negeri ini,
aku cuma bisa melihatnya di halaman - halaman buku sejarah
di perpustakaan tua nan kumuh.


M Dadan Suryana





30 Oktober 2009

Ah Kau.........( menawar ).

Saat kilat memamerkan keperkasaannya,
hujanpun sigap menyusul dengan genitnya.
Tapi kau masih menolak mengenakan jaket yang ku tawarkan

Ah kau .........
rupanya kau masih marah saat kutinggalkan kala menawar cabe.

Sudah ku bilang tak perlu kau tawar,
bayar saja.
Apa kau tak lihat tukang cabe itu manyun kala kau sebut harga itu.

Tapi kau malah berkata : " Ini bukan soal tawar menawar,
ini masalah keuletan dan daya juang."

Ah, kau memang keras kepala.
Tapi inilah yang ku suka darimu.

Biarlah jika besok kau sakit,
akan ku bawakan tamiflu.
Obat flu super yang menurut menteri kesehatan
dimonopoli negara maju.

Biarlah ku tak peduli.
Akan ku beli berapapun harganya, tak akan ku tawar.

Yang penting jika kau sakit besok, kau kan segera sembuh.
Dan kembali keras kepala seperti biasa.


M Dadan Suryana