30 Oktober 2009

Ah Kau.........( menawar ).

Saat kilat memamerkan keperkasaannya,
hujanpun sigap menyusul dengan genitnya.
Tapi kau masih menolak mengenakan jaket yang ku tawarkan

Ah kau .........
rupanya kau masih marah saat kutinggalkan kala menawar cabe.

Sudah ku bilang tak perlu kau tawar,
bayar saja.
Apa kau tak lihat tukang cabe itu manyun kala kau sebut harga itu.

Tapi kau malah berkata : " Ini bukan soal tawar menawar,
ini masalah keuletan dan daya juang."

Ah, kau memang keras kepala.
Tapi inilah yang ku suka darimu.

Biarlah jika besok kau sakit,
akan ku bawakan tamiflu.
Obat flu super yang menurut menteri kesehatan
dimonopoli negara maju.

Biarlah ku tak peduli.
Akan ku beli berapapun harganya, tak akan ku tawar.

Yang penting jika kau sakit besok, kau kan segera sembuh.
Dan kembali keras kepala seperti biasa.


M Dadan Suryana

38 komentar:

ratna wulandari mengatakan...

wa....gara-gara nawar cabe..
jadi sakiit deh kena ujan..

cik cik cik..semangat bgt ya nawarnya..hehe

Munir Ardi mengatakan...

Keras kepala wah nggakbisa koment deh masalah itu soalnya saya juga sering keras kepala

Sari mengatakan...

Seathuku, tamiflu itu obat buat flu burung deh, kalo cuma flu gara2 kena hujan mah kasih aja Neozep *halah, malah ngiklan* :P

attayaya mengatakan...

keras kepala dan tawar menawar
hmmmm........

yans'dalamjeda' mengatakan...

Ini bukan soal tawar menawar,
ini masalah keuletan dan daya juang! kata-katanya, MEGANG!!

lina lina mengatakan...

dan kalau dapat harga yang diajukan rasanya puasssss banget

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

siapakah kau itu?

duniaira.blogspot mengatakan...

mawar yang keas kepala. Kayak aku khekhekhekhek....

Lolly mengatakan...

jadi, suka keras kepalanya ya? :)

eniwei..aku sudah followww... hehehe

rizky mengatakan...

keras kepala tu mungkin adalah sifat bawakan sejak lahir....

NURA mengatakan...

salam sobat
ya kalau satunya orang keras kepala,,la yang orang lain mengalah , lunak jangan dibalas dengan keras kepala juga.

buktinya keras kepalanya ,yang disukai dari dirinya.

dinoe mengatakan...

Mamtap rangkaian kata-katanya...penuh makna...nice post...

Laksamana Embun mengatakan...

Lam kNal...

Thanks ya dah berkunjung ke blog laksamana...

AISHALIFE-LINE mengatakan...

hmm...nice post bro.

Re_Notxa mengatakan...

Balik ngadem..

reni mengatakan...

Meskipun keras kepala dan suka 'ngeyel'.... tapi tetap disayang bukan..?
So sweet... ^_^

yanuar catur rastafara mengatakan...

keras kayak batu
tapi lembek jika diterpa hujan terus
mungkin sich
hehehehe

Henny Y.Caprestya mengatakan...

tuh kan..kalo sudah dilandasi cinta, mau harga berapa juga langsung bayar,,yang penting yayangnya sembuh. tapi kayaknya emang beda situasinya dengan beli cabe ^^

yans'dalamjeda' mengatakan...

Terimakasih empatinya. Kalau saja masyarakat kecil yang menjadi korban bisa menawar demi menuntut sebuah tanggung jawab atas apa yang menjadi hak mereka?!

Clara mengatakan...

hihi, nawar cabe sampe keujanan?
aku sih milih neduh XD

albertus goentoer tjahjadi mengatakan...

nice post sobat... salam kenal ya...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

selamat pagi..mo beli obat asam urat nih.

Kang Sugeng mengatakan...

Hahaha.... koq pakE tamiflu segala sih Kang, emang dia sakit apaan?

attayaya mengatakan...

siang bro
minum teh tawar enak lho

acierin mengatakan...

ini dia nih karakter pembeli yang dicari penjual: gak suka nawar. Hehehehe... nice post :>

kerja keras adalah energi kita mengatakan...

harus ada yg mau mengalah. seprtinya sobat..
salam kenal
kerja keras adalah energi kita

noni mengatakan...

Hi, blogwalking. Thank you dah ngunjungi blog-ku yah... btw, suka nulis puisi toh? :-)

Ayas Tasli Wiguna mengatakan...

hahaa aja2 ada ne ^^

Rumah Ide dan Cerita mengatakan...

To Lolly : Saya memang suka jika kepala dia keras. sebab jika kepalanya lembek saya tentu bingung memperlakukannya.

To Mba fanny : kau di sini adalah...Om saya hehe..(kiddng). Saya tak menuliskan nama sebab takut nanti ada yang protes, karana tak pernah menawar cabe seseenit itu.

To Sari : tank's buat sarannya. Lain kali dia akan saya bawakan saja neozep. Sabab tami flu emang jatahnya dikit (apalagi dah di monopoli negara maju).

ateh75 mengatakan...

pinter juga nawarnya sampai 2 manyun tukang cabenya ,tapi kerasnya dia tetap sayang kan ? hehe...

ivan kavalera mengatakan...

ke rumahmu yg estetik aku mendamparkan diri lau memutuskan untuk berlama-lama mengunyah puisi-puisi.

kathy mengatakan...

Thanks for the visit... and the comment

Rock mengatakan...

Selamat pagi... Kunjungan bangun tidur sekalian follow... Makasih utk komentar & kunjungannya... btw koq ga ada buku tamunya sob???

YolizZ mengatakan...

ni isi puisinya tentang apa yah?? binun.. hehe...

Munir Ardi mengatakan...

update mas pinginlagi nikmati postingan renyah khas blog ini

isti mengatakan...

suka sama yg keras kepala ya mas? :)

lina@happy family mengatakan...

Tawar menawar, perjuangan dan keras kepala; ternyata ada benang merahnya ya...

Eka Situmorang-Sir mengatakan...

Sepertinya saya udh kome disini koq komennya gak ada ya?

BRAVO! bahkan keras kepala aja bisa jadi puisi :)